Hujan dan Payung Merah di Hari Jumat

Ketika ketiga kata ini disatukan, aku teringat kejadian dulu saat masih SMP. Baiklah, ini cerita menurut kronologisnya.

Fakta pertama : Saat itu aku masih kelas 1 SMP di SMP Negeri 1 Kapuas Barat yang letaknya di Mandomai Kalimantan Tengah. Aku salah satu murid berprestasi saat itu. Selalu dapat juara 1, bahkan saat tes masuk SMP, nilaiku lah yang paling tinggi. Dulu aku bisa mendapatkan prestasi tersebut bukan karena tekanan untuk bekerja keras, tapi karena aku memang cinta belajar. Karena itulah aku mendapatkan beasiswa untuk murid berprestasi, bersama beberapa temanku yang lain.

Fakta kedua : Saat kelas 1 SMP, aku sudah punya pacar. Hahaha. Masih anak-anak sudah pacaran. Tp itulah yang terjadi dulu. Tp jangan jauh-jauh mikirnya ya. Pacaran zaman dulu itu masih pacaran ala anak-anak polos kok. Jauh dari yg namanya pelukan atau ciuman. Jadi masih sangat sopan, tidak berbeda dengan berteman biasa. Hanya saja ada rasa suka satu sama lain, Itu saja lebihnya. Saat itu aku pacaran dg I (masa namanya disebutin, jadi inisialnya aja ya). Banyak yang gak tau kalau aku pacaran dg dia. Maklum, dulu aku bukan tipe pacaran yg gimana- gimana. Dan emang gak ngerti cara pacaran itu gimana. Jadinya ya seperti berteman aja. Ngobrol-ngobrol gitu.

Fakta ketiga : hari Jumat itu adalah hari dimana kami pulang cepat. Disamping karena memang kebiasaan di Indonesia, hari Jumat di Mandomai itu sama juga dengan hari pasar. Jadi pasar yang lengkap itu hanya ada satu kali dalam satu minggu. Kalau pasar lauk pauk dan sayur mayur biasa sih ada setiap hari. Tapi kalau pasar Jumat itu, kita bisa lihat buku, baju, sepatu, pernak-pernik, lengkap deh. Hari pasar ini jadi ajang anak-anak sekolah untuk jalan-jalan juga lho. Jadinya aku lebih suka jalan kaki daripada pakai sepeda seperti biasa. Aku mau menikmati pasar dg berjalan kaki.

Nah,pada suatu hari aku janjian dengan pacarku untuk pulang bareng. Hari itu hari Jumat, hari istimewa. Aku pengen jalan di pasar bareng pacarku itu. Romantis pastinya, walau hanya jalan bersama sambil mengobrol. Tapi sayang, hari itu ada meeting istilahnya dengan teman-teman lain yang dapat beasiswa dan dengan guru seusai sekolah. Akhirnya, aku gak bisa langsung pulang. Sedih banget, apalagi susah dapat kesempatan untuk jalan bareng pacarku itu. Pacarku pun datang dan bilang kalau dia keluar sekolah dulu, nanti ketemuan di dekat pasar. Akhirnya aku iyakan.

Ternyata, meetingnya lama. Kesal kan. Ya pastilah. Akhirnya aku bergegas pulang. Untungnya ada sahabatku tercinta, Iin, yang bersedia nemenin aku jalan kaki pulang bareng. Kami pun pulang lewat pasar dan apa yang terjadi? Aku gak ketemu I. Kebayang kan rasanya gimana. Momen berharga hangus begitu aja. Akhirnya kami keluar pasar dan ternyata eh ternyata, ada I di luar pasar. Dia ternyata nungguin aku. Wah, senangnya.

Akhirnya aku memisahkan diri dari Iin dengan seizin bahkan dengan dorongan dr Iin (iin, thank you so much, you mean so much to me). Aku pun jalan bersebelahan dg I. Dag dig dug rasanya. Padahal sebelumnya kami sering pakai sepeda bareng dulu setiap pergi dan pulang sekolah (nanti aku ceritain di postingan lain). Hari itu memang agak mendung, jadi aku bawa payung berwarna merah. Kami pun mengobrol.

Eh, ternyata turunlah rintik-rintik, untungnya tidak deras. Aku pun membuka payung dan mencoba memayungi kami berdua. Tp ternyata I mengambil payungku lalu dia memayungi kami berdua. Rasanya itu seperti ada kembang api dalam hati. Duar duar duar. Senangnya minta ampun. Kami pun berjalan bersama, pelan-pelan, sambil bercerita. Setelah sampai di depan rumah I (rumahku masih beberapa rumah lagi dari dia), aku pun berkata, “terima kasih ya sudah dipayungi” dan berniat mengambil payungnya. Tapi ternyata saat aku mengulurkan tangan untuk mengambil payung itu, dia yg lebih tinggi malah mengangkat payungnya tinggi-tinggi, jadi tanganku gak sampai. Astaga, lucu banget kalau ingat kejadian itu. Akhirnya dia kasih payungnya ke aku dan aku pun pulang ke rumah dengan wajah riang gembira. Gembira sekali rasanya.

Itulah kenangan yang muncul saat kata hujan, payung merah dan Jumat bersanding bersama. Apakah dia masih ingat? Apapun jawabannya, yang jelas kenangan itu masih tersimpan istimewa di hati. Ceileh, Bapeeerrr. Guys, jam 2.39 AM lho ini, subuh bro😛 Maklum jadi Baper.

*Baper = bawa perasaan

Untuk kisah lainnya, bakalan aku ceritain di postinganku lainnya (smile)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s